Beasiswa.
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sore tadi aku ketemu salah satu sahabat terbaik aku. Sedikit-banyak, kita ngobrol2 seperti biasa. Lama-lama terselip pertanyaan mengenai beasiswa. Sebenernya pertanyaan ini jd pertanyaan favorit yang selalu muncul since aku mulai kuliah. Tapi ntah kenapa baru kali ini aku pingin menulis opiniku tentang beasiswa.
First of all yang perlu kalian tahu, aku tidak pernah menerima beasiswa apapun dari awal aku kuliah. Eh maksudnya beasiswa full yang ditawarkan untuk banyak orang dengan syarat2 tertentu. Tapi semoga suatu saat jika memang aku harus menerima beasiswa aku akan tetap aamiin kan dan aku terima. Aamiinin dulu deh temen2 hehe.
Aku punya sedikit pemikiran yang mungkin berbeda dari orang lain, dan semoga pemikiran ini tidak menimbulkan perdebatan apapun. Menurutku, aku ini tidak pantas mendapatkan beasiswa yang nilainya begitu besar. Kenapa? Alasan terbesar aku yaitu takut dan selanjutnya kasihan.
Beasiswa bagiku adalah amanah untuk bisa disampaikan lagi ke orang lain yang lebih membutuhkan. Amanah itu ya berbentuk apapun, pokonya harus ada yang disampaikan dan dibayar setelahnya.
Aku takut- jika aku menerima beasiswa aku tidak bertanggung jawab dengan pendidikanku. Umur, takdir, dan kehidupan selanjutnya aku tidak tahu dan tidak bisa menjamin. Atau mungkin mentalku yang belum siap buat nerima keadaan, kalo dapet beasiswa itu perjuangannya pasti sangat berat. Terlebih lagi aku takut menjadi sombong karena urusan duniawi yang selalu diagung-agungkan.
Aku kasihan- duh bahasanya terlalu kasar ya (please excuse me, karena aku blm kepikiran kata apa yang tepat untuk menggambarkan kata kasihan). Di luar sana masih banyak yg kurang mampu atau mungkin kurang beruntung dan setiap kali aku mau daftar beasiswa selalu terbesit tentang pikiran ini. Mungkin aku terlalu lemah dengan keadaan. Tapi alasan yang paling kuat ya ini, aku selalu merasa ada yg lebih berhak daripada aku. Dan mungkin mimpi mereka lebih mulia daripada mimpiku.
Terlebih daripada itu, ada alasan lain yang tidak bisa aku ceritakan. Ini menyangkut keluargaku. Ya pokonya gitu.
"Kamu emg ga kasian sm orang tua km? Nyari uangkan susah"
Nah, justru orangtua ku sendiri yang tidak mau menyerah buat cari rezeki apalagi untuk pendidikan anak2nya. Mereka pernah bilang salah satu nikmat hidup yang selalu mereka rasakan adalah mencari rezeki untuk anak2nya bahkan untuk bisa bantu orang lain. Ketika aku denger orang tuaku bilang gitu, aku menangis. Betapa mulia hati ayah dan ibuku. Gimana bisa aku menghentikan nikmat yang mereka rasakan?
Mungkin dengan mereka seperti itu, aku menjadi lebih yakin dan berani untuk melebarkan sayapku dan lebih banyak berbuat kebaikan tanpa harus menempuh jalan yang sama dengan orang lain. Rencana Allah untuk aku itu kadang selalu berbeda dari yang lain, tapi aku sangat-sangat bersyukur. Dengan ini semua, aku jadi bisa lebih mencintai diriku sendiri dan orang-orang sekitarku.
Aku ingin terus menikmati rasa ini, bahkan aku ingin orang lain bisa merasakannya juga. Sekarang tolong doakan saja aku teman-teman agar aku mendapatkan yang terbaik dalam segala urusanku. Dan aku sekali lagi menegaskan, jalan setiap orang itu berbeda dan itu tidak salah.
Aku ingin terus menikmati rasa ini, bahkan aku ingin orang lain bisa merasakannya juga. Sekarang tolong doakan saja aku teman-teman agar aku mendapatkan yang terbaik dalam segala urusanku. Dan aku sekali lagi menegaskan, jalan setiap orang itu berbeda dan itu tidak salah.
Komentar
Posting Komentar