Buat si masa depan

Assalamualaikum.

Hadeuh.. Udah keberapa kali nih aku hampir jatuh. Maksudnya hati aku yg jatuh.
Tapi Alhamdulillah sih masih hampir.

Aku selalu berpikir nih kenapa ya aku cuman ngabisin waktu buat mengizinkan punya perasaan sama orang lain, tidak ada guna. Yang katanya bikin semangat, sebenernya kata "bikin semangat" di saku ga mempan, itu bohong mana ada si mantan doi bikin semangat malah bikin ga fokus artinya saya makin gabisa berpikir dengan jernih dan malah sakit perut dan beribu gejala aneh lain yang menyerang aku. Kalo menurutku hati itu kadang lebih menang daripada otak. Jadi kalo misal aku pernah suka sama orang dengan alesan karena bikin semangat itu bohong ya teman-teman, maafkan aku. In shaa Allah aku bakal lebih jujur sama diri sendiri setelah aku mengakui kebohongan ini.

Kemudian aku berpikir, lama-lama aku tau kalo suka sama orang itu ga sama sekali waste the time, ini adalah fitrah yang ga seharusnya ditolak, its totally normal. Itu ada di dalam pilihan masing-masing sih, kalo dibikin worth malah bagus kan pendewasaan dirinya jadi lebih banyak hal positif. Selama ini, aku yakin sih kalo si mantan-mantan doi yang pernah aku sukai adalah orang-orang yang punya "sesuatu" in their soul artinya mereka berharga karena udah ngasih pelajaran yang sangat baik buat diri aku dan si masa depan aku, you know what im saying why si masa depan aku juga harus berterima kasih haha. DAN yang paling aku ga pernah sesali adalah aku ga pernah mengungkapkan perasaan aku langsung ke mantan-mantan doi, kecuali mantan pacar ya, tapi cuman sekali karena ya mantan nya cuma satu, oke ga penting. NEXT!!

Aku selalu punya target ketika aku sudah diumur aku yang sekarang (20yo), aku harus bisa mengendalikan perasaan aku terhadap apapun. emosi, egois,  sedih, senang, atau.. suka. Sebagian dari itu aku udah bisa kendalikan, tapi engga sepenuhnya. Please excuse me bcos i'm still on my age. Kata orang, aku orangnya banyak bicara, yaptul. BUT aku ga pernah merasa malu dengan aku yang seperti itu, aku banyak bicara karena otak aku banyak sesuatu, kalo aku ga mengeluarkan apa yang ada di otak aku kebayang ga how messy inside there, intinya sih aku menghindari jadi gila hehehe i'm kidding. Aku juga diam kok, kalo belum kenal hehe. Prinsipnya sih selama yang dibicarakan baik, someone else will be fine with me, actually i have lil close friend who keep in touch with me for a long time. Karena aku yang memilih. Selamat ya buat orang2 yang aku pilih untuk tetap dekat berarti kalian lolos ujian dunia menghadapi orang yang banyak bicara seperti aku. ceileh.. Peace and love, saya janji gakan aku sia-sia in kalian. :p


Balik lagi ke mengendalikan perasaan. Untuk si masa depan. Aku sudah merasa cukup untuk menyimpan perasaan kepada orang lain dengan dasar "ini hanya untuk sementara". Jika suatu hari setelah hari ini aku jatuh hati lagi, maka aku akan katakan. You know what im saying. Aku akan katakan. Atau mungkin menunggu untuk dikatakan. Intinya udah tidak punya waktu untuk balik lagi ke masa-masa SMA atau hari sebelum hari ini. Aku mau nyiapin masa depan aja, yang udah jelas di depan mata, aku ini punya banyak harapan, ayah saya udah berumur lebih dari Rasulullah dan saya khawatir, and i have to make a big deal with that.


Untuk si masa depan. Jangan khawatir kalo nanti harapan kita tidak sama, aku yakin itu bisa dikendalikan bareng. Pokoknya jangan khawatir sama apapun, kalo aku dan kamu selalu mengedepankan Allah, semuanya pasti baik-baik saja. Kebayang ga sih setiap hari ngadepin masalah tapi setiap hari selalu ada kupu-kupu yang ada dalam perut kita, can't imagine how being happiest couple in the world lollll.


Komentar

Postingan Populer